Public Lecture bertema “Middle Powers in the Formation of a Multipolar World Order” menghadirkan Prof. Dr. Mohd. Azizuddin Mohd Sani selaku perwakilan dari Universiti Utara Malaysia, yang memberikan pemaparan secara komprehensif mengenai bagaimana middle powers memainkan peran penting dalam membentuk tatanan dunia baru yang semakin multipolar. Kegiatan ini bertujuan untuk memperluas pemahaman mahasiswa mengenai bagaimana negara-negara dengan kekuatan menengah, seperti Indonesia, Malaysia, Turki, Brasil, dan Korea Selatan, dapat memengaruhi arsitektur geopolitik global melalui diplomasi cerdas, kerja sama multilateral, dan kemampuan membangun stabilitas kawasan. Dengan menghadirkan akademisi internasional, Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) menunjukkan komitmen dalam menyediakan ruang akademik untuk dapat melakukan diskusi secara mendalam mengenai isu-isu global yang relevan.
Prof. Azizuddin menjelaskan bahwa multipolaritas tidak lagi dipahami sebagai sekadar kompetisi antara kekuatan besar, tetapi juga sebagai hasil dari meningkatnya kontribusi middle powers dalam berbagai isu global seperti keamanan maritim, perdagangan internasional, teknologi digital, dan perubahan iklim. Middle powers memiliki keunggulan karena mampu membangun koalisi lintas kawasan, menjadi mediator dalam konflik, serta mengusung agenda normatif yang memperkuat tata kelola global. Dalam konteks Asia Tenggara, peran Indonesia sebagai middle power semakin menonjol melalui kontribusinya dalam ASEAN, G20, dan berbagai forum internasional lainnya. Pemaparan ini membuka wawasan peserta mengenai bagaimana negara-negara menengah dapat memanfaatkan posisi strategis mereka untuk mendorong perdamaian, stabilitas, dan kerja sama global.
Selain memberikan insight akademik, kegiatan ini juga memperkuat nilai inklusivitas dan pluralisme yang menjadi bagian penting dari identitas Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama). Diskusi lintas negara seperti ini menjadi wadah penting bagi mahasiswa untuk memperluas perspektif global, mengembangkan pemikiran kritis, dan memahami dinamika hubungan internasional secara lebih mendalam. Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) melalui kegiatan ini tidak hanya memperkuat jejaring internasional, tetapi juga memastikan bahwa mahasiswa memiliki kapasitas untuk berkontribusi dalam proses diplomasi dan pembuatan kebijakan global di masa depan. Dengan demikian, Public Lecture ini menjadi pondasi penting dalam membangun literasi geopolitik mahasiswa di tengah tatanan dunia yang semakin kompleks dan multipolar.


Tinggalkan Balasan