Peluncuran Center for Latin America (CELA) di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) pada 16 Oktober 2025 merupakan langkah strategis dalam memperluas fokus internasional universitas, khususnya dalam memperdalam pemahaman lintas kawasan antara Amerika Latin dan Asia Tenggara. Dengan menghadirkan Prof. Ezequiel Ramoneda selaku perwakilan dari National University of La Plata sebagai pembicara utama, acara ini menggarisbawahi pentingnya dialog antarwilayah di tengah perubahan geopolitik Indo-Pasifik. CELA dirancang sebagai pusat studi yang memfasilitasi pertukaran pengetahuan, riset multidisiplin, dan diplomasi akademik yang memperkuat jejaring antara para peneliti, akademisi, dan diplomat dari kedua kawasan. Kehadiran pusat ini menunjukkan komitmen Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) dalam memajukan pendidikan global yang inklusif dan responsif terhadap dinamika internasional.

Dalam pemaparannya, Prof. Ramoneda menyoroti bahwa Amerika Latin dan Asia Tenggara memiliki banyak persamaan struktural, mulai dari tantangan pembangunan, kebutuhan diversifikasi ekonomi, hingga upaya memperkuat demokrasi dan ketahanan regional. Ia menjelaskan bahwa Indo-Pasifik telah menjadi ruang strategis di mana kedua kawasan memiliki kepentingan bersama, terutama dalam bidang perdagangan maritim, konektivitas, energi hijau, serta ketahanan pangan. Selain berbagi tantangan, kedua kawasan juga memiliki peluang besar untuk memanfaatkan keunggulan masing-masing, seperti sumber daya alam Amerika Latin yang melimpah dan daya saing industri Asia Tenggara. Melalui perspektif ini, diskusi tidak hanya memperluas wawasan peserta, tetapi juga memperlihatkan potensi strategis kerja sama lintas kawasan yang selama ini kurang tereksplorasi.

Kegiatan ini semakin menegaskan pentingnya kolaborasi akademik sebagai pilar dalam membangun hubungan antarwilayah. Dengan berdirinya CELA, Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) kini memiliki wadah yang dapat mengkoordinasikan program penelitian bersama, seminar internasional, analisis kebijakan, hingga aktivitas budaya yang memperkuat koneksi antarnegara. Peserta acara juga mendapatkan wawasan mengenai bagaimana kerja sama akademik dapat menjadi instrumen diplomasi yang efektif untuk menghadapi tantangan global seperti perubahan iklim, ketimpangan ekonomi, dan pergeseran geopolitik. Inisiatif ini selaras dengan visi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) dalam memperkuat pluralisme dan keterbukaan melalui pendidikan, sekaligus memperluas kontribusi Indonesia dalam percaturan global melalui diplomasi berbasis pengetahuan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *